Sebuah
kode rahasia hanya bisa dipahami oleh pengirim dan penerima kode, dengan
menggunakan kunci, yang sudah disepakati dan diketahui oleh keduanya. Jika kunci
tidak diketahui penerima kode atau kunci yang diterima salah, maka hal yang
buruk tentu saja akan terjadi. Apa itu?? Salah memahami isi dari kode rahasia
itu!!!
Dalam
sebuah kode rahasia, biasanya terdapat 2 buah kunci. Kedua kunci ini adalah
Kunci Publik (Public Key) dan Kunci
Private (Private Key). Kunci Publik
adalah sebuah kunci yang boleh diketahui oleh semua orang. Kunci Publik memang
sengaja ditunjukkan kepada semua. Hal ini tidak masalah, karena Kunci Publik
ini tidak bisa membuka kode rahasia tersebut, tanpa Kunci Private. Kunci
Private adalah kunci yang hanya dipahami oleh pengirim dan penerima kode. Kunci
Private memang tidak ditunjukkan secara gamblang kepada pengirim dan penerima
kode, namun jika disatukan dengan Kunci Publik maka semua kode rahasia akan
terbuka. Artinya, kita memerlukan Kunci
Publik dan Kunci Private untuk memahami The God’s Code. Jika satu atau kedua
kunci kita salah, maka yang terjadi adalah kita
akan salah memahami Kebenaran!!!
Yohanes
1:17 “sebab hukum Taurat diberikan oleh
Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.”. Injil Yohanes menuliskan pernyataan
yang menarik. Terdapat 2 hal yang bertolak belakang di pernyataan tersebut. Pertama,
Hukum Taurat diberikan oleh Musa, dan yang kedua, Kasih
Karunia dan Kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Jika kita berbicara
menggunakan istilah diberikan oleh, maka artinya, Hukum Taurat ini
adalah sesuatu yang diberikan kepada
seseorang (Musa). Namun jika kita berbicara datang oleh, maka
artinya, Kasih Karunia dan Kebenaran adalah sesuatu yang dibawa bersama kehadiran Yesus Kristus. Yohanes sedang
memberikan perbandingan yang mencolok dari kedua buah anak pernyataan tersebut.
Dia sedang membandingkan Hukum Taurat dengan Kasih Karunia (dan Kebenaran).
Hukum
Taurat adalah hukum agama yang diberikan kepada Musa di padang gurun. Hukum ini
mengatur cara hidup orang Israel (orang Yahudi) dalam menyembah Tuhan, dalam
upaya mencapai keselamatan dari hukuman. Hukum ini menuntut kesempurnaan dari
umat. Bukankan semua hukum agama seperti itu?? Kita tidak bisa memberikan 90%
hal benar dan 10% hal buruk dalam hidup kita. Harus 100% benar. Barang siapa
yang melanggar akan mendapat hukuman dan kutuk, barang siapa melakukan akan mendapat keselamatan dan berkat.
Aturan
agama ini sangat berat untuk dilakukan. Hal ini terbukti dari 2.5
juta (lebih) orang Israel yang keluar dari Mesir, hanya 2 orang dari generasi itu saja
yang berhasil masuk Tanah Perjanjian (tanah yang diberikan kepada Abraham), yaitu Yoshua
dan Kaleb. Hampir semua mati akibat pelanggaran Hukum Taurat di padang gurun. Bahkan Musa sekalipun, yang dapat bertemu dengan Tuhan, juga
melakukan kesalahan di akhir hidupnya. Dan akibatnya, Musa tidak dapat masuk ke
Tanah Perjanjian. Sungguh ironis sekali...
Pertanyaannya,
apakah hukum agama (Hukum Taurat) adalah hukum yang sengaja diberikan untuk
memberikan kematian? Jawabannya, tentu TIDAK!! Dibawah hukum agama, kita harus berlaku
tepat persis seperti apa yang hukum itu katakan. Dan jika ada orang yang
sanggup, melakukan tepat seperti yang hukum lakukan, maka hal itu akan
diperhitungkan sebagai Kebenaran. Jika manusia sanggup melakukan seluruh hukum
tersebut, maka ia akan mendapatkan Keselamatan. Namun, apakah ada orang yang
mampu? Hmmm...
Ketidakmampuan
manusia untuk berbuat tepat seperti yang Tuhan inginkan, sudah Tuhan pahami. Untuk
itu, Tuhan sudah menyiapkan sebuah rencana di mana Dirinya sendiri yang akan
menanggung hukuman dan dosa akibat ketidaktaatan terhadap Hukum Taurat itu
sendiri. Itulah yang disebut Kasih
Karunia.
Dalam
terjemahan Yunani, Kasih Karunia menggunakan kata χάρις (charis), yang artinya
anugerah, perkenanan, kebaikan hati, belas kasihan dan pemberian dari Tuhan. Χάρις
akan memberikan sukacita yang berlimpah, kelayakan, penerimaan bagi manusia. Sedangkan Kebenaran menggunakan ἀλήθεια (alētheia) yang artinya
adalah kebenaran yang bukan hanya ucapan (tetapi betul-betul benar), kebenaran Ilahi.
Dalam budaya Yunani, ἀλήθεια adalah sinonim dari kenyataan (realita).
Melihat
dari arti kata di atas, dapat disimpulkan bahwa Kasih Karunia adalah solusi
dari ketidakmampuan manusia dalam melakukan hukum agama. Kasih Karunia
memberikan Keselamatan Kekal berdasarkan kebaikan hati, belas kasihan, dan anugerah
Tuhan yang menerima manusia berdosa. Tuhan menggantikan posisi manusia dalam menerima hukuman akibat pelanggaran hukum agama. Sehingga akibatnya, manusia hidup
dalam Kebenaran yaitu kenyataan dimana manusia tidak lagi terbelenggu oleh dosa akibat pelanggaran hukum agama. Manusia
tidak lagi hidup berdasarkan apa yang dibuat, tetapi berdasarkan apa yang Yesus lakukan. Manusia tidak lagi hidup mencari kebenaran, tetapi manusia hidup karena dibenarkan oleh Kebenaran itu. Itulah keadilan Tuhan.
Mari
kita kembali pada Kunci Publik dan Kunci Private. Saat ini kita hidup di zaman
anugerah (zaman Kasih Karunia). Yesus sudah hadir membawa Kasih Karunia dan
Kebenaran itu. Yesus adalah jawaban dari pergumulan manusia akan Keselamatan
Kekal. Ya… Benar!!! Yesus adalah Kunci Publik dari The God’s Code. Jadikan
Yesus menjadi pusat dari segalanya…
Semua
orang tahu Yesus, tapi tidak semua orang paham apa yang Yesus bawa dan lakukan
di dunia. Dia membawa Kasih Karunia dan Kebenaran!!! Yes!!! Kasih Karunia dan
Kebenaran adalah Kunci Private untuk melengkapi Kunci Publik itu. Jika kita
hanya memahami Yesus sebagai Sosok dalam kitab suci yang memiliki kuasa (mukjizat), tanpa
tahu apa yang sudah Dia lakukan dan Dia bawa, maka pemahaman Kode Tuhan itu
akan bergeser ke posisi yang kurang tepat. Kita tidak bisa menjadikan Yesus sebagai Kunci Publik dan Hukum Taurat sebagai Kunci Private. Kita juga tidak bisa menjadikan Hukum Taurat dan Kasih Karunia sekaligus untuk Kunci Private. Artinya, dalam merenungkan dan
memahami The God’s Code kita harus menjadikan Yesus serta Kasih Karunia dan Kebenaran
menjadi Kunci utama. Amin. Haleluya!!! Tidak ada nama di bawah kolong langit ini,
yang layak menerima penghormatan, pengagungan, kemuliaan, kejayaan selain nama
Yesus Kristus Tuhan!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar