Rabu, 25 Oktober 2017

171025 The Keys

Sebuah kode rahasia hanya bisa dipahami oleh pengirim dan penerima kode, dengan menggunakan kunci, yang sudah disepakati dan diketahui oleh keduanya. Jika kunci tidak diketahui penerima kode atau kunci yang diterima salah, maka hal yang buruk tentu saja akan terjadi. Apa itu?? Salah memahami isi dari kode rahasia itu!!!
Dalam sebuah kode rahasia, biasanya terdapat 2 buah kunci. Kedua kunci ini adalah Kunci Publik (Public Key) dan Kunci Private (Private Key). Kunci Publik adalah sebuah kunci yang boleh diketahui oleh semua orang. Kunci Publik memang sengaja ditunjukkan kepada semua. Hal ini tidak masalah, karena Kunci Publik ini tidak bisa membuka kode rahasia tersebut, tanpa Kunci Private. Kunci Private adalah kunci yang hanya dipahami oleh pengirim dan penerima kode. Kunci Private memang tidak ditunjukkan secara gamblang kepada pengirim dan penerima kode, namun jika disatukan dengan Kunci Publik maka semua kode rahasia akan terbuka. Artinya, kita memerlukan Kunci Publik dan Kunci Private untuk memahami The God’s Code. Jika satu atau kedua kunci kita salah, maka yang terjadi adalah kita akan salah memahami Kebenaran!!!


Yohanes 1:17 “sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.”. Injil Yohanes menuliskan pernyataan yang menarik. Terdapat 2 hal yang bertolak belakang di pernyataan tersebut. Pertama, Hukum Taurat diberikan oleh Musa, dan yang kedua, Kasih Karunia dan Kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Jika kita berbicara menggunakan istilah diberikan oleh, maka artinya, Hukum Taurat ini adalah sesuatu yang diberikan kepada seseorang (Musa). Namun jika kita berbicara datang oleh, maka artinya, Kasih Karunia dan Kebenaran adalah sesuatu yang dibawa bersama kehadiran Yesus Kristus.  Yohanes sedang memberikan perbandingan yang mencolok dari kedua buah anak pernyataan tersebut. Dia sedang membandingkan Hukum Taurat dengan Kasih Karunia (dan Kebenaran).
Hukum Taurat adalah hukum agama yang diberikan kepada Musa di padang gurun. Hukum ini mengatur cara hidup orang Israel (orang Yahudi) dalam menyembah Tuhan, dalam upaya mencapai keselamatan dari hukuman. Hukum ini menuntut kesempurnaan dari umat. Bukankan semua hukum agama seperti itu?? Kita tidak bisa memberikan 90% hal benar dan 10% hal buruk dalam hidup kita. Harus 100% benar. Barang siapa yang melanggar akan mendapat hukuman dan kutuk, barang siapa melakukan akan mendapat keselamatan dan berkat.
Aturan agama ini sangat berat untuk dilakukan. Hal ini terbukti dari 2.5 juta (lebih) orang Israel yang keluar dari Mesir, hanya 2 orang dari generasi itu saja yang berhasil masuk Tanah Perjanjian (tanah yang diberikan kepada Abraham), yaitu Yoshua dan Kaleb. Hampir semua mati akibat pelanggaran Hukum Taurat di padang gurun. Bahkan Musa sekalipun, yang dapat bertemu dengan Tuhan, juga melakukan kesalahan di akhir hidupnya. Dan akibatnya, Musa tidak dapat masuk ke Tanah Perjanjian. Sungguh ironis sekali...
Pertanyaannya, apakah hukum agama (Hukum Taurat) adalah hukum yang sengaja diberikan untuk memberikan kematian? Jawabannya, tentu TIDAK!! Dibawah hukum agama, kita harus berlaku tepat persis seperti apa yang hukum itu katakan. Dan jika ada orang yang sanggup, melakukan tepat seperti yang hukum lakukan, maka hal itu akan diperhitungkan sebagai Kebenaran. Jika manusia sanggup melakukan seluruh hukum tersebut, maka ia akan mendapatkan Keselamatan. Namun, apakah ada orang yang mampu? Hmmm...
Ketidakmampuan manusia untuk berbuat tepat seperti yang Tuhan inginkan, sudah Tuhan pahami. Untuk itu, Tuhan sudah menyiapkan sebuah rencana di mana Dirinya sendiri yang akan menanggung hukuman dan dosa akibat ketidaktaatan terhadap Hukum Taurat itu sendiri. Itulah yang disebut Kasih Karunia.
Dalam terjemahan Yunani, Kasih Karunia menggunakan kata χάρις (charis), yang artinya anugerah, perkenanan, kebaikan hati, belas kasihan dan pemberian dari Tuhan. Χάρις akan memberikan sukacita yang berlimpah, kelayakan, penerimaan bagi manusia. Sedangkan Kebenaran menggunakan ἀλήθεια (alētheia) yang artinya adalah kebenaran yang bukan hanya ucapan (tetapi betul-betul benar), kebenaran Ilahi. Dalam budaya Yunani, ἀλήθεια adalah sinonim dari kenyataan (realita).  
Melihat dari arti kata di atas, dapat disimpulkan bahwa Kasih Karunia adalah solusi dari ketidakmampuan manusia dalam melakukan hukum agama. Kasih Karunia memberikan Keselamatan Kekal berdasarkan kebaikan hati, belas kasihan, dan anugerah Tuhan yang menerima manusia berdosa. Tuhan menggantikan posisi manusia dalam menerima hukuman akibat pelanggaran hukum agama. Sehingga akibatnya, manusia hidup dalam Kebenaran yaitu kenyataan dimana manusia tidak lagi terbelenggu oleh dosa akibat pelanggaran hukum agama. Manusia tidak lagi hidup berdasarkan apa yang dibuat, tetapi berdasarkan apa yang Yesus lakukan. Manusia tidak lagi hidup mencari kebenaran, tetapi manusia hidup karena dibenarkan oleh Kebenaran itu. Itulah keadilan Tuhan.
Mari kita kembali pada Kunci Publik dan Kunci Private. Saat ini kita hidup di zaman anugerah (zaman Kasih Karunia). Yesus sudah hadir membawa Kasih Karunia dan Kebenaran itu. Yesus adalah jawaban dari pergumulan manusia akan Keselamatan Kekal. Ya… Benar!!! Yesus adalah Kunci Publik dari The God’s Code. Jadikan Yesus menjadi pusat dari segalanya…
Semua orang tahu Yesus, tapi tidak semua orang paham apa yang Yesus bawa dan lakukan di dunia. Dia membawa Kasih Karunia dan Kebenaran!!! Yes!!! Kasih Karunia dan Kebenaran adalah Kunci Private untuk melengkapi Kunci Publik itu. Jika kita hanya memahami Yesus sebagai Sosok dalam kitab suci yang memiliki kuasa (mukjizat), tanpa tahu apa yang sudah Dia lakukan dan Dia bawa, maka pemahaman Kode Tuhan itu akan bergeser ke posisi yang kurang tepat. Kita tidak bisa menjadikan Yesus sebagai Kunci Publik dan Hukum Taurat sebagai Kunci Private. Kita juga tidak bisa menjadikan Hukum Taurat dan Kasih Karunia sekaligus untuk Kunci Private. Artinya, dalam merenungkan dan memahami The God’s Code kita harus menjadikan Yesus serta Kasih Karunia dan Kebenaran menjadi Kunci utama. Amin. Haleluya!!! Tidak ada nama di bawah kolong langit ini, yang layak menerima penghormatan, pengagungan, kemuliaan, kejayaan selain nama Yesus Kristus Tuhan!!! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar